Kamis, 07 April 2011

EVALUASI USAHA

EVALUASI USAHA

Nama : JWIATUN SURANI

NPM : 16609715

Kelas : 2SA02

Kelompok : 8

Evaluasi Usaha



I. Pendahuluan

Evaluasi Usaha adalah Suatu aktivitas untuk melakukan analisis kinerja suatu usaha bisnis. Evaluasi usaha prinsip dasar utamanya adalah membandingkan rencana usaha yang telah dibuat sebelum kegiatan dimulai dengan apa yang telah dicapai pada akhir masa produksi.

Suatu usaha dikatakan berhasil apabila usaha tersebut dapat memenuhi kewajiban membayar bunga modal, alat - alat luar yang digunakan, upah tenaga kerja luar serta sarana produksi yang lain dan termasuk kewajiban pada pihak ketiga.

Bagi pelaku usaha baik itu Usaha Kecil, Usaha Mikro atau Usaha menengah mengalami kemandegan dalam sebuah usaha tentu merupakan sesuatu yang tidak diinginkan dan tidak dikehendaki. Tentu setiap orang menginginkan selalu mengalami kemajuan Usaha dari waktu ke waktu. Akan tetapi kemandegan dan stagnasi usaha terkadang menjadi sesuatu hal yang tidak bisa dihindarkan, bahkan terkadang harus mundur beberapa tahap. Banyak hal yang bisa mempengaruhi kondisi usaha kita, pasar yang mulai lesu, persaingan yang makin ketat, produktifitas menurun, biaya produksi yang meningkat dan lain-lain. Bagaimana agar usaha selalu mengalami kemajuan, atau paling tidak tidak surut ke belakang? Setelah rencana bisnis yang kita buat dengan baik apakah sudah cukup? tentu tidak kita perlu melakukan evaluasi dan monitoring usaha. Kuci untuk menuju sukses usaha adalah melakukan evaluasi terhadap usaha yang sudah dilaksanakan.

Melakukan evaluasi kemajuan usaha merupakan proses yang berlangsung terus menerus dan berkesinambungan. Evaluasi berangkat dari kegiatan montoring setiap proses dalam usaha yang dijalankan, dari hasil monitoring dapat dibuat analisis kemajuan, kemunduran dan pencapaian apa yang sudah dilaksanakan. Evaluasi dan monitoring bagi seorang enterpreneur sekaligus menjadi sarana belajar dan proses mengupgrade diri. dalam proses inibisa jadi ditemukan hal-hal baru dan strategi baru mencapai sukses bisnis.



II. ANALISIS SOSIAL

Adalah analisis untuk melakukan kajian secara mendalam tentang dampak sosial yang ditimbulkan usaha tersebut.

Evaluasi Lingkungan

• Biaya dan manfaat sosial

• ANDAL

Evaluasi sosial masyarakat

• Hubungan dengan masyarakat

• Hubungan dengan pemerintah



ETIKA

Keyakinan mengenai tindakan yang benar dan yang salah dan tindakan yang baik dan yang buruk yang mempengaruhi hal lainnya



PERILAKU ETIS

Perilaku yang sesuai dengan norma norma sosial yang diterima secara umum sehubungan dengan tindakan tindakan yang bermanfaat dan yang membahayakan

PERILAKU TIDAK ETIS

Perilaku yang tidak sesuai dengan norma norma sosial yang diterima secara umum

sehubungan dengan tindakan-tindakan yang bermanfaat dan yang membahayakan

ETIKA BISNIS

Perilaku etis atau tidak etis yang dilakukan oleh seorang manajer atau majikan suatu organisasi

TANGGUNG JAWAB SOSIAL

Usaha suatu bisnis menyeimbangkan komitmennya terhadap kelompok dan individu dalam lingkungannya, yang meliputi konsumen,bisnis lain, karyawan dan investor

SIKAP OBSTRUKTIF

Pendekatan terhadap tanggung jawab sosial yang melibatkan tindakan seminimal mungkin dan mungkin melibatkan usaha-usaha menolak atau menutupi pelanggaran yang dilakukan



SIKAP DEFENSIF

Pendekatan tanggung jawab sosial yang ditandai dengan perusahaan, hanya memenuhi persyaratan hukum secara minimum atas komitmennya terhadap kelompok dan individu dalam lingkungansosialnya

SIKAP AKOMODATIF

Pendekatan tanggung jawab sosial yang diterapkan suatu perusahaan, dengan

melakukannya, apabila diminta, melebihi persyaratan hukum minimum, dalam

komitmennya terhadap kelompok dan individu dalam lingkungan sosialnya.



SIKAP PROAKTIF

Pendekatan tanggung jawab sosial yang diterapkan suatu perusahaan, yaitu secara aktif mencari peluang untuk menyumbang demi kesejahteraan kelompok dan

individu dalam lingkungan sosialnya

Tujuan Evaluasi Kelayakan Usaha

Evaluasi kelayakan usaha merupakan suatu usaha untuk mengetahui sejauh mana tingkat keberhasilan pelaksanaan proyek, apakah proyek tersebut berjalan sesuai rencana dan akan memberikan hasil seperti yang diharapkan. Terdapat beberapa kegunaan dari studi kelayakan, yaitu: (1) Memandu pemilik dana untuk mengoptimalkan penggunaan dana yang dimilikinya, (2) Memperkecil resiko kegagalan investasi dan bisa memperbesar peluang keberhasilan investasi yang bersangkutan. (Umar : 2003)

Tahap-tahap Evaluasi Kelayakan Usaha

Secara umum studi kelayakan usaha akan mencakup beberapa aspek yaitu: aspek pemasaran, aspek teknis, aspek finansial, aspek legal dan aspek lingkungan. Dalam kenyataan tidak semua aspek harus diteliti, hanya aspek yang dibutuhkan saja yang perlu dianalisis lebih lanjut. Untuk kasus ini hanya meneliti aspek pasar, aspek teknis dan aspek finansial saja.



III. Monitoring Dan Evaluasi Usaha

Hal yang menjadi dasar setiap pelaku usaha untuk maju adalah keyakinan diri bahwa ia mampu untuk maju dan sukses dalam bisnis, jika cara berfikir ini cukup kuat maka satu tiket untuk sukses sudah didapat. Langkah selanjutnya adalah melaksanakan dan belajar dengan melakukan (learning by doing). Apa saja yang perlu dievaluasi dalam sebuah bisnis?

1. Posisi Keseluruhan Usaha

Posisi keseluruhan Usaha digunakan untuk mengetahui seberapa jauh pencapaian hasil dari keseluruhan usaha. Dengan begitu bisa diketahui berapa jumlah harta (modal/pendapatan usaha), berapa jumlah hutang-hutang pada pihak lain, Berapa rata-rata pengeluaran dalam sebulan, dan berapa pendapatan bersih yang diperoleh setiap bulannya. Apakah ada penyimpangan dalam masalah keuangan? Jadi, biasakanlah untuk melakukan pengecekan posisi keuangan usaha setiap saat. Evaluasi Usaha secara menyeluruh memberikan gambaran utuh kondisi usaha yang sebenarnya.

2. Apakah Ada kemajuan atau Kemunduran usaha

Posisi keuangan biasanya menjadi patokan utama dalam Evaluasi kemajuan atau kemunduran sebuah usaha, meski bukan yang segala-galanya. Setelah mengetahui posisi keuangan , selanjutnya melakukan evaluasi terhadap kegiatan usaha . Apakah usaha mengalami kemajuan atau kemunduran? Cara mudahnya adalah dengan membandingkan pada saat awal anda menjalankan usaha dengan setelahnya (biasanya dengan jangka waktu pembanding yang waktunya dapat ditentukan sendiri, misalnya seperti 3 bulan, 6 bulan, atau satu tahun sekali setelah usaha berjalan).

3. Lakukan langkah perbaikan atau pengembangan

Hasil evaluasi usaha yang menunjukkan beberapa parameter dipergunakan sebagai bahan untuk melakukan langkah selanjutnya. Caranya, berikanlah perhatian pada penjualan yang menurun. Dimana kira-kira letak kesalahannya, sehingga Anda bisa melakukan langkah-langkah efektif untuk mengatasinya, dan bisa segera melakukan ‘penyehatan’ agar usaha Anda kembali berjalan baik. Tetapi apabila kondisi keuangan dan penjualan Anda telah sehat dan mengalami peningkatan, usahakan janglah ‘cepat puas’ dulu. Karena masih banyak sekali yang perlu Anda lakukan untuk mengembangkan usaha Anda lebih tinggi dari pencapaian hasil yang diperoleh pada periode kemarin. Setelah menerima laporan keuangan, Anda harus bersikap tenang dan berpikir melakukan perbaikan (apabila diketahui bahwa usaha mengalami kemunduran) dengan tujuan agar usaha Anda tidak semakin terpuruk. Sedini mungkin Anda harus mencoba mencari langkah yang tepat dalam memperbaiki usaha Anda.

4. Pikirkan target usaha Anda selanjutnya

Evaluasi sebuah usaha juga bisa dimanfaatkan sebagai baha untuk mencapai merencanakan target pertumbuhan usaha selanjutnya. Jika hasil usaha sudah menunjukkan pertumbuhan usaha yang mengalami kenaikan, tentu bukan sebagai bahan berbuas diri, justru menjadi bahan untuk mencapai target dan strategi yang baru. Anda dituntut untuk memikirkan ‘target’ selanjutnya dengan upaya Anda melakukan perbaikan atau pengembangan usaha. Coba pikirkan secara cermat, apakah dengan kondisi saat ini Anda ingin mendongkrak penjualan usaha Anda karena angka penjualan mengalami kerugian yang cukup besar? Coba Anda cari peluang target apa yang kira-kira tepat untuk Anda lakukan. Misalnya seperti, Apakah ini saatnya Anda melakukan promosi lebih gencar? Apa sudah waktunya Anda melakukan ekspansi usaha ke tempat lain yang lebih ramai?

•Menjalankan usaha tanpa melakukan evaluasi, seperti anda berpergian ketempat asing tanpa peta atau petunjuk jalan.

•Anda tidak akan pernah tau perkembangan usaha atau tujuan anda tanpa adanya evaluasi.

•Evaluasi juga diperlukan untuk mengetahui posisi usaha anda sekarang ataupun untuk menjad ipatokan dalam mengembangkan usaha.

•Pengembangan Evaluasi usaha dengan Kelayakan Usaha

Investasi adalah pengeluaran dana sejumlah tertentu pada saat sekarang untuk memungkinkan penerimaan manfaat di masa mendatang. Dikarenakan investasi berkaitan dengan pengeluaran dana di

saat sekarang dan manfaatnya baru akan diterima di masa mendatang, maka investasi berhadapan dengan resiko dan diperlukan suatu penilaian kelayakan terhadap pelaksanaan investasi tersebut, yang dapat dilakukan sebelum maupun saat investasi sedang berjalan. Penilaian kelayakan investasi dalam periode sedang berjalan (proyek sedang berlangsung) disebut dengan evaluasi kelayakan investasi.



1. Analisa Aspek Pasar

Evaluasi aspek pasar sangat penting dilakukan karena tidak ada proyek bisnis yang berhasil tanpa adanya permintaan atas barang/jasa yang dihasilkan oleh proyek tersebut. Pada dasarnya, analisis pasar bertujuan untuk mengetahui berapa besar luas pasar, pertumbuhan permintaan dan pangsa pasar dari produk yang bersangkutan.

a. Penentuan Pasar

Pasar merupakan kimpulan seluruh pembeli aktual dan potensial dari suatu produk. Dalam penentuan pasar ada beberapa kriteria pasar yang harus diukur untuk mempermudah penentuan pasar sasaran, yaitu :

a. Pasar potensial adalah sejumlah konsumen atau pelanggan yang mempunyai minat terhadap suatu penawaran pasar.

b. Pasar tersedia adalah sekumpulan konsumen yang mempunyai minat, penghasilan dan akses penawaran pasar tertentu

c. Pasar sasaran adalah bagian dari pasar yang memenuhi syarat dan juga bersedia untuk dimasuki perusahaan kita. (Chumaidiyah : 2004a)

b. Peramalan Permintaan

Metode peramalan permintaan dibagi menjadi tiga kelompok utama, yaitu :

1. Metode Kuantitatif

Metode yang menggunakan data kuantitatif untuk peramalan, yaitu metoda rata dan metoda eksponensial smoothing.

2. Metoda Kualitatif

Metode ini tidak menggunakan data berupa angka, metode-metode yang digunakan yaitu

metode eksploratori dan metode normatif. Metode eksploratori menggunakan asumsi titik asal

pada saat ini dan masa lalu untuk proyeksi masa datang. Metode normatif bermula dari

kondisi ideal dan melihat kemungkinan-kemungkinan dengan kondisi saat ini.

3. Peramalan Tanpa Data Statistik

a. Peramalan analisis menurut sektor pemakai

b. Memperhatikan faktor-faktor politik

c. Evaluasi akhir ukuran pasar



2. Analisa Aspek Teknis

Analisis aspek teknis antara lain menentukan jenis teknologi yang paling sesuai dengan

kebutuhan usaha yang dikaji. Beberapa faktor yang dipertimbangan dalam pemilihan jenis teknologi

antara lain:

1. Jenis teknologi yang diajukan harus memenuhi standard mutu yang sesuai dengan keinginan pasar atau konsumen.

2. Teknologi harus sesuai dengan persyaratan yang diperlukan untuk mencapai skala produks yang ekonomis.

3. Pilihan jenis teknologi yang diusulkan sering dipengaruhi oleh kemungkinan pengadaan tenaga ahli, pengadaan bahan baku, dan bahan penunjang yang diperlukan untuk penerapannya. Seringkali keterbatasan pengadaan salah satu bahan baku, baik dalam kualitas maupun kuantitas akan membatasi perencanaan proyek, serta berpengaruh pada biaya.

4. Pemilihan teknologi hendaknya dikaitkan dengan memperhatikan jumlah dana yang diperlukan untuk pembelian mesin serta peralatan yang dibutuhkan.

5. Perlu juga meninjau pengalaman penerapan teknologi yang bersangkutan oleh pihak lain di tempat lain, sehingga dapat diketahui apakah teknologi tersebut telah dapat disetarakan dengan baik.

Dengan pertimbangan faktor diatas, sehingga bisa disimpulkan untuk kebutuhan teknis

pada Saboten Shokudo dipengaruhi oleh variasi produk yang ditawarkan, pelayanan pelanggan,

kenyamanan rumah makan, dan kemudahan akses. (Chumaidiyah : 2004a)

3. Analisis Aspek finansial

Analisis aspek finansial dipergunakan untuk mengetahui karakteristik finansial dari suatu

perusahaan melalui data-data akuntansinya. Karena dari data-data finansial tersebut dapat ditentukan bagaimana prospeknya dimasa depan. Untuk menentukan suatu investasi layak atau tidak dan untuk memilih alternatif investasi yang ditawarkan, diperlukan suatu dasar bagi pihak pengambil keputusan untuk melakukan evaluasi investasi. Dasar-dasar yang digunakan untuk melakukan evaluasi investasi diantaranya adalah aliran kas (cash flow), yakni pendapatan pengeluaran yang terjadi sebagai akibat pengadaan dan pengoperasian suatu proyek dalam kurun waktu beberapa tahun mendatang Selain itu untuk menganalisa investasi yang ada, harus memperhatikan nilai depresiasi. Depresiasi atau penyusutan merupakan proses pengalokasian harga perolehan aktiva tetap menjadi biaya selama masa manfaat dengan cara yang rasional dan sistematis. Aktiva tetap yang dipakai dalam suatu perusahaan dari waktu ke waktu, kemampuan untuk menghasilkan barang atau jasa cenderung akan semakin menurun baik secara fisik maupun fungsinya.

Pentingnya Evaluasi :

- Mengetahui Posisi Usaha Anda. 50%

- Mengetahui Kemajuan Usaha anda. 24%

- Mengambil langkah Perbaikan/ Pengembangan Usaha 16%

- Target Usaha andaSelanjutnya. 10%

Metoda Evaluasi Usaha

Menggunakan daftar pertanyaan untuk menganalisis masalah.

2. Menggunakan laporan kinerja organisasi.

3. Menyusun flow-chart untuk mengetahui kemungkinan-kemungkinanterjadi resiko pada masing-masing tahap.

4. Inspeksi langsung.

5. Melakukan interaksi intensif dengan unit-unit.

6. Mengadakan benchmarking dengan pihak luar untuk berbagi pengalaman.

7. Melakukan analisis terhadap bentuk-bentuk kerjasama.

8. Melakukan analisis lingkungan (ansos)

Aspek Evaluasi :

Umum : Strategi, Disain organisasi

- Operasional : Pemasaran,SDM, Operasi, Keuangan

Level Evaluasi :

National

Adalah batas atas (upper level) besarnya masalah.

2. Sensitivitas

Adalah kepekaan variable target akibat pergerakan variable yang ada berkolerasi.

3. Volatilitas

Adalah variasi/naik turunnya variable target.

4. Penyimpangan Bawah

5. Adalah penyimpangan negatif/kasus terburuk (worstcase) dari variable target.

Dalam melakukan evaluasi banyak istilah – istilah yang harus dipahami :



1. Produksi total (Y) yaitu jumlah produksi per usaha dengan satuan kg.

2. Harga Produksi (P) yaitu Harga produksi per unit dengan satuan Rp/kg.

3. Penerimaan atau nilai produksi ( R atau S ) yaitu jumlah produksi dikalikan harga produksi dengn satuan Rp.

4. Biaya varibel (VC) yaitu biaya yang digunakan untuk membeli atau menyediakn bahan baku yang habis dalam satu kali produksi.

5. Biaya variabel per unit ( AVC ) yitu total biaya variabel dibagi dengan total produksi dengan satuan ( Rp/Kg ).

6. Biaya tetap (FC) yaitu biaya sewa lahan , pajak lahan, biaya bunga, penyusutan per usaha dengan satuan Rp.

7. Biaya total (TC atau C) yaitu jumlah biaya variabel dan biaya tetap per usaha dengan satuan Rp.

8. Pendapatan (I) yaitu selisih antara penerimaan dengan total biaya per usaha dengan satuan Rp.

9. Keuntungn ( ะป ) yaitu pendapatan dikurangi upah tenaga kerja keluarga (w) dan bunga modal sendiri per usaha dengan satuan Rp.



Evaluasi Kinerja, yang memberikan majikan dengan kesempatan untuk menilai kontribusi karyawan mereka untuk organisasi, sangat penting untuk mengembangkan tim kerja yang kuat. Namun dalam beberapa praktek, praktek dokter dan manajer menempatkan evaluasi kinerja di bagian belakang kompor, sering karena waktu yang terlibat dan kesulitan mengkritisi karyawan dengan siapa mereka bekerja sama. Manfaat dari evaluasi kinerja lebih besar daripada tantangan ini, meskipun. Ketika dilakukan sebagai bagian dari sistem evaluasi kinerja yang mencakup bentuk evaluasi standar, tolok ukur kinerja standar, pedoman untuk memberikan umpan balik, dan prosedur disiplin, evaluasi kinerja dapat menegakkan batas-batas yang dapat diterima kinerja, mempromosikan pengakuan staf dan komunikasi yang efektif dan memotivasi individu untuk melakukan mereka terbaik bagi diri mereka sendiri dan praktek.

Tujuan utama dari sistem evaluasi kinerja adalah untuk memberikan pengukuran adil kontribusi karyawan untuk tenaga kerja, menghasilkan dokumentasi penilaian yang akurat untuk melindungi karyawan dan majikan, dan memperoleh tingkat tinggi kualitas dan kuantitas kerja yang dihasilkan. Untuk membuat sistem penilaian kinerja dalam praktek Anda, ikuti lima langkah:

1. Mengembangkan bentuk evaluasi.

2. Identifikasi pengukuran kinerja.

3. Set pedoman untuk umpan balik.

4. Buat disiplin dan pemutusan prosedur.

5. Atur jadwal evaluasi.

Hal ini juga dianjurkan untuk menjalankan sistem selesai dengan pengacara Anda untuk mengidentifikasi potensi masalah hukum yang harus tetap.

POIN KUNCI

· Sebuah sistem penilaian kinerja dapat memotivasi staf untuk melakukan yang terbaik untuk diri mereka sendiri dan praktek dengan mempromosikan pengakuan staf dan memperbaiki komunikasi.

· Evaluasi harus dilakukan secara adil, konsisten dan obyektif untuk melindungi karyawan Anda dan praktek Anda.

Sebuah sistem penilaian kinerja yang efektif memiliki bentuk evaluasi standar, tolok ukur kinerja, pedoman umpan balik dan prosedur disiplin.

1. Mengembangkan bentuk evaluasi.

Evaluasi Kinerja harus dilakukan secara adil, konsisten dan obyektif untuk melindungi kepentingan karyawan Anda dan untuk melindungi praktek Anda dari tanggung jawab hukum. Salah satu cara untuk memastikan konsistensi adalah dengan menggunakan formulir evaluasi standar untuk evaluasi masing-masing. Bentuk yang Anda gunakan harus fokus hanya pada bidang kinerja pekerjaan penting. Membatasi area fokus membuat penilaian lebih bermakna dan relevan dan memungkinkan Anda dan karyawan untuk mengatasi isu-isu yang paling penting. Anda tidak perlu menutup setiap detail kinerja seorang karyawan dalam evaluasi.

Untuk posisi staf kebanyakan, area kinerja pekerjaan yang harus disertakan pada formulir evaluasi kinerja adalah pengetahuan pekerjaan dan keterampilan, kualitas kerja, kuantitas kerja, kebiasaan kerja dan sikap. Di setiap daerah, penilai harus memiliki berbagai deskriptor untuk memilih dari (misalnya, jauh di bawah persyaratan, di bawah persyaratan, memenuhi persyaratan, melebihi persyaratan, jauh melebihi kebutuhan). Tergantung pada bagaimana deskripsi yang spesifik, sering kali penting bahwa penilai juga memiliki ruang pada bentuk untuk memberikan alasan di balik rating-nya.

2. Identifikasi pengukuran kinerja.

Standar pengukuran kinerja, yang memungkinkan Anda untuk mengevaluasi kinerja karyawan secara obyektif, dapat mengurangi jumlah waktu dan stres yang terlibat dalam mengisi formulir evaluasi. Meskipun mengembangkan langkah-langkah ini dapat menjadi salah satu bagian memakan waktu lebih banyak untuk menciptakan sistem evaluasi kinerja, itu juga salah satu yang paling kuat.

. Jika Anda memiliki deskripsi pekerjaan saat ini untuk tiap posisi dalam latihan Anda, Anda telah mengambil langkah pertama menuju menciptakan tolok ukur kinerja standar, yang pada dasarnya jumlah tertentu dan tujuan kualitas yang melekat pada tugas-tugas yang tercantum dalam deskripsi pekerjaan. Sebuah uraian pekerjaan sendiri dapat berfungsi sebagai alat ukur dalam evaluasi jika, misalnya, Anda sedang menilai apakah keterampilan karyawan sesuai dengan kebutuhan posisi. Namun ukuran kinerja standar mengambil deskripsi pekerjaan satu langkah lebih lanjut. Sebagai contoh, satu tugas yang tercantum dalam uraian pekerjaan resepsionis mungkin memasuki pendaftaran pasien baru dan diperbarui ke dalam komputer.

ukuran kinerja standar dapat bahkan objektif mengukur beberapa daerah kerja yang lebih subyektif kinerja, seperti kebiasaan kerja. Sebagai contoh, Anda dapat menetapkan ukuran yang obyektif untuk pertemuan dengan mendefinisikan jumlah kali diterima seorang karyawan bisa lambat atau tidak selama jangka waktu tertentu.

Namun, ukuran kinerja standar tidak selalu bekerja untuk daerah subyektif lainnya, seperti sikap. Dalam kasus ini, itu masih penting untuk seobjektif mungkin dalam evaluasi Anda. Jangan mencoba untuk menggambarkan sikap, misalnya, melainkan menggambarkan perilaku karyawan, yang adalah apa yang menyampaikan sikap, dan konsekuensi dari perilaku untuk berlatih . Sebagai contoh: "karyawan ini telah gagal untuk mendukung rekan kerja. Ketika anggota lain dari departemennya tidak ada, ia menolak untuk mengambil tugas-tugas tambahan yang diperlukan untuk memproses pasien secara tepat waktu .” Perilaku ini menyebabkan backlog pasien, tempat beban pada staf dan kompromi kerja sama tim yang efektif. "

Untuk mulai mengembangkan ukuran kinerja standar dalam praktek Anda, meninjau deskripsi pekerjaan untuk setiap posisi dan pilih komponen-komponen kunci dari pekerjaan yang secara khusus dapat diukur. Kemudian, kerja dengan karyawan di setiap posisi untuk mengumpulkan data kuantitatif, meneliti pola-pola historis volume dan menentukan pengukuran kualitatif yang mencerminkan praktek misi dan tujuan. Tergantung pada seberapa besar latihan Anda dan berapa banyak posisi perlu tolok ukur kinerja standar, Anda mungkin ingin memilih sebuah komite untuk mengembangkannya. Kemudian, dengan bantuan dari karyawan di setiap posisi, supervisor harus menjaga mereka. Ini penting untuk menjaga deskripsi pekerjaan dan standar ukuran kinerja lancar mungkin. Jika tidak, ketika pekerja tidak sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, Anda tidak dapat memastikan apakah ia memiliki masalah kinerja atau apakah harapan Anda dari posisi menjadi tidak realistis berdasarkan volume meningkat atau perubahan keadaan.

Menghargai KINERJA DENGAN MEMBAYAR

Jika kenaikan gaji praktek Anda didasarkan pada prestasi, mungkin tepat dan efisien untuk meninjau gaji karyawan pada saat penilaian kinerja. Seperti hubungan langsung antara kinerja dan membayar bisa membuat Anda dan karyawan Anda mengambil evaluasi kinerja bahkan lebih serius daripada yang mungkin Anda miliki sebaliknya. Namun, jika kenaikan gaji Anda hanya didasarkan sebagian pada prestasi dan sebagian pada perubahan tahunan dalam Indeks Harga Konsumen, mungkin tidak cukup mudah untuk meninjau dan perubahan gaji individu pada waktu yang berbeda sepanjang tahun.

Apakah Anda berencana untuk memasukkan review dari gaji karyawan selama setiap evaluasi kinerja harus dikomunikasikan kepada seluruh karyawan secara lisan dan tertulis ketika mereka dipekerjakanAdalah penting bahwa karyawan memahami ini sehingga harapan mereka yang realistis dan mereka tidak kecewa.

3. 3. Set pedoman untuk umpan balik.

Umpan balik apa evaluasi kinerja semua tentang. Jadi sebelum Anda menerapkan sistem evaluasi kinerja Anda, pastikan bahwa setiap orang yang akan melakukan evaluasi tahu apa umpan balik untuk memberikan, bagaimana memberi dan bagaimana mendapatkannya dari karyawan kembali.

Berikan umpan balik seimbang. Jangan membuat kesalahan umum glossing atas karyawan sebuah kekurangan dan hanya berfokus pada atau dia kekuatannya . Hal ini dengan memahami kelemahan mereka bahwa karyawan dapat mengambil kepemilikan kinerja dan peran mereka dalam praktek. Dan ketika mengingat dukungan yang mereka butuhkan untuk melakukan perbaikan di wilayah ini, karyawan belajar untuk mengambil kebanggaan dalam pekerjaan mereka dan bersedia untuk menghadapi tantangan baru dengan percaya diri. Garis Besar harapan untuk perbaikan. Bila Anda menangani bidang-bidang perbaikan yang diperlukan, garis besar harapan Anda untuk perbaikan dan bagaimana Anda berniat untuk membantu karyawan menemui mereka. Sebagai contoh, jika seorang karyawan berbicara kasar dengan karyawan lain dan tampaknya tidak toleran dengan pasien, memberikan karyawan beberapa contoh perilaku nya dan menawarkan beberapa saran untuk mengatasi masalah ini, seperti sesi role-playing atau keterampilan komunikasi / layanan pelanggan workshop atau seminar. Tentukan batas-batas dengan membiarkan karyawan tahu apa yang dapat diterima dan apa yang tidak akan ditoleransi, dan kemudian menetapkan rencana untuk memantau kinerja dan re-evaluasi karyawan.

Mendorong umpan balik dari karyawan,. Setelah Anda telah mendiskusikan hasil evaluasi dengan karyawan mendorong dia untuk memberikan Anda beberapa umpan balik nondefensive. Mintalah karyawan apakah dia setuju dengan penilaian Anda, dan / atau mengundang saran untuk perbaikan. Sebagai contoh: "Anda tampaknya menjadi tidak sabar dan pendek dengan pasien ketika dokter terlambat. Karena ada kalanya terlambat tidak bisa dihindari, bagaimana Anda menyarankan kita menangani hal ini untuk menghindari reaksi seperti itu "Hal ini harus mengarah untuk pertukaran informasi terbuka yang akan memungkinkan Anda dan karyawan untuk lebih memahami sudut pandang masing-masing?.

4. Disiplin dan pemutusan prosedur.

Dalam beberapa kasus, bahkan setelah evaluasi kinerja menyeluruh dan diskusi perbaikan yang diharapkan, seorang karyawan akan terus berkinerja buruk. Anda harus siap untuk menangani situasi seperti itu dengan memiliki yang jelas, prosedur tertulis disiplin dan pemutusan hubungan di tempat. Prosedur ini perlu menguraikan tindakan yang akan diambil jika kinerjanya memburuk - peringatan lisan, peringatan tertulis jika tidak ada perbaikan atau kambuh, dan pengakhiran jika situasi tidak akhirnya diselesaikan.

Ini harus diberikan secara pribadi, dengan perilaku atau alasan untuk disiplin jelas. Sebagai contoh: "Aku mengamati Anda berbicara tidak hormat kepada karyawan lain di meja depan. Kau bilang dia mati otak dan melemparkan grafik padanya. Kami tidak akan mentolerir hormat di tempat kerja. Selain itu, ledakan ini bisa mendengar dari ruang resepsi. Jika hal ini terjadi lagi, laporan akan ditulis dan ditempatkan dalam file Anda. Apakah Anda memahami pentingnya "Setelah diberikan peringatan lisan?, Memungkinkan karyawan untuk menanggapi, tetapi membiarkan singkat tukar.

Teguran tertulis. Bagaimana Anda menangani peringatan tertulis memainkan peran penting dalam keberhasilan disiplin dan pemutusan prosedur Anda. Ini adalah waktu untuk membuat jelas kepada karyawan seberapa serius masalah kinerja nya . Sayangnya, banyak praktek gagal untuk melakukan ini dan / atau untuk menindaklanjuti dengan pemutusan jika perlu. Setelah peringatan tertulis adalah kesalahan penanganan dengan cara ini, tidak lagi memiliki manfaat apapun . Standar A, ditulis, bentuk peringatan harus mencakup sebagai berikut:

· Penjelasan mengenai perilaku atau masalah yang mencakup temuan obyektif,

· Para terukur tindakan dan perubahan yang diharapkan karyawan,

· Dukungan majikan akan memberikan untuk perbaikan,

· Penjelasan tentang apa yang akan terjadi (misalnya, waktu off dibayar atau terminasi) dan ketika (misalnya, setelah satu kejadian lebih atau dua) jika peringatan tersebut tidak diperhatikan,

· Tanda tangan dari karyawan dan penilai dan tanggal peringatan.

Pemutusan. Jelaskan alasan pemutusan tetapi melakukannya sebentar dan obyektif untuk menghindari masuk ke sebuah diskusi yang rumit yang menempatkan Anda dalam posisi defensif. Validasi karyawan sebagai pribadi, mungkin dengan memberikan suatu pandangan yang positif potensi karyawan dalam pasar kerja. Sebagai contoh, meskipun seorang karyawan mungkin telah menjadi petugas file buruk untuk Anda karena dia tidak memperhatikan detail, karyawan mungkin memiliki kepribadian ramah yang akan membuatnya atau operator telepon yang baik. Juga, membiarkan karyawan tahu apa yang akan terjadi dari setiap liburan yang masih harus dibayar atau cuti sakit, tunjangan pensiun, dll undang-undang negara Anda Ketahui tentang masalah ini. Akhirnya, tanyakan apakah karyawan memiliki pertanyaan lebih lanjut dan kemudian membantu karyawan dalam mengambil semua harta nya dan meninggalkan dengan sebagai martabat sebanyak mungkin. Jika Anda menangani pemutusan baik, Anda cenderung tidak memiliki karyawan yang ingin "membalas dendam" dengan badmouthing Anda dalam komunitas atau membalas dendam hukum.

5. 5. Atur jadwal evaluasi.

Setelah Anda telah membangun sistem evaluasi kinerja Anda - formulir evaluasi, pengukuran kinerja, pedoman umpan balik dan prosedur disipliner - Anda hanya perlu memutuskan kapan untuk melakukan evaluasi kinerja. Beberapa praktek melakukan semua evaluasi karyawan pada saat yang sama tahun, sementara yang lain melakukan mereka dalam waktu 30 hari ulang tahun masing-masing karyawan kerja (yang terakhir mungkin bekerja lebih baik karena menyebar karya evaluasi keluar untuk majikan dan karyawan). Namun Anda memutuskan untuk jadwal evaluasi, pastikan bahwa setiap penilai konsisten memenuhi batas waktu evaluasi tunggakan . Mengabaikan karyawan akan membuat mereka merasa mendevaluasi dan dapat melukai moral dan kinerja. Analisis terakhir

Sistem evaluasi kinerja harus merupakan komponen kunci dari struktur latihan Anda. Bila diterapkan secara efektif, hal ini menjamin keadilan dan akuntabilitas, mendorong pertumbuhan dan pembangunan dan mendorong rasa bangga kontribusi karyawan Anda 'untuk latihan.



IV. Kapan Melakukan Evaluasi Usaha



Evaluasi memiliki periode yang dapat dilakukan, waktu yang tepat dalam melakukan evaluasi.Evaluasi terhadap perkembangan usaha dapat dilakukan dalam beberapa kondisi yaitu :

1. Secara rutin/berkala.

Anda bisa melakukan evaluasi bulanan, triwulan, ataupun tahunan. Biasanya yang paling sering dilakukan adalah evaluasi triwulan menyangkut evaluasi kegiatan sehari-hari (seperti pendapatan dan pengeluaran), dan tahunan untuk evaluasi secara lengkap yang mencakup laporan keuangan, persaingan usaha, SDM, dan lain sebagainya. Evaluasi berkala sangat baik manfaatnya, karena dengan adanya evaluasi secara rutin maka masalah-masalah yang timbul bisa lebih cepat diatasi dan peluang untk pengembangan bisa lebih cepat dimanfaatkan.

2. Secara Insidental

Evaluasi secara insidental dilakukan setiap saat apabila (umumnya) terjadi masalah yang dirasakan cukup signifikan pada usaha Anda. Evaluasi seperti ini biasanya dilakukan apabila terjadi masalah atau kemunduran pada usaha. Evaluasi ini sebenarnya kurang baik, karena masalahnya sudah terjadi dan tindakan pencegahan pun sudah tidak bisa dilakukan. Yang terpenting adalah tindakan koreksi. Dengan adanya evaluasi rutin yang baik, diharapkan masalah yang mungkin timbul bisa ditekan sehingga evaluasi insidental ini pun bisa dikurangi.

Hal-Hal yang Perlu Dievaluasi :

Salah satu seminar Gerald Abraham salah seorang penasehat bisnis pada sebuah firma hukum, juga pemilik dan direktur sebuah konsultan keuangan di tahun 2006, berisi tentang menjadi sukses dengan memahami 9 aspek penting sebelum memulai usaha.

1. Memahami konsep produk atau jasa secara baik

2. Membuat visi dan misi bisnis

3. Perlunya winning, positive dan learning attitude untuk menjadi sukses

4. Membuat perencanaan dan strategi bisnis yang efektif akan menghindari usaha daripada risiko bisnis dan keuangan.

5. Pengetahuan dasar manajemen, organisasi dan sistem akan menghindari usaha daripada risiko manajemen.

6. Optimalisasi sumber daya manusia maka 50% usaha Anda sudah berhasil.

7. Mengapa kreativitas, kepemimpinan dan proses pembuatan keputusan sangat penting?

8. Pengetahuan dasar pengelolaan keuangan dan pembiayaan

9. Pemasaran, pelayanan dan product brand



Kesimpulan:

Lakukan Evaluasi Usaha sebelum Usaha berada dalam titik yang mengkhawatirkan, sedini mungkin evaluasi dapat dilakukan maka ini merupakan tindakan mencegah dari kegagalan usaha.

Memulai bisnis bagi kebanyakan orang bukanlah hal yang mudah. Hal yang klasik, banyak pertimbangan di sana sini sehingga tak jarang membuat orang urung memulai bisnis. Semestinya memulai bisnis tidak menjadi salah satu sumber ketakutan bagi setiap orang. Untuk menghilangkan ketakutan dalam memulai bisnis, seseorang bisa membuat persiapan bisnis yang matang sehingga dapat menjalaninya dengan optimistis.

Evaluasi adalah melihat apa yang telah dilakukan,apa yang telah dicapai dan bagaimana mencapainya.Evaluasi adalah perbandingan antara dampak nyata dari proyek dengan perencanaan strategis yang disepakati. Evaluasi bisa bersifat formatif yaitu dilakukan ditengah berlangsungnya proyek atau organisasi agar tejadi perbaikan. Evaluasi juga bersifat sumatif yaitu mengambil pelajaran dari suatu proyek yang sudah selesai

Tujuan evaluasi ada 2 yaitu :

a) Untuk pembelajaran dan pengembangan

Ini tentang apa yang terjadi dan mengapa, apa yang bisa dan tidak bisa dikerjakan,serta apa yang menjadi kekuatan dan kelemahan proyek.

b) Sebagai bentuk pertanggung jawaban (untuk menunjukkan kepada pihak lain bahwa kita telah bekerja dengan baik).





Referensi:

1. http://fe.umy.ac.id/upgrade/file.php/70/Materi_2008/BAB_I._Gambaran_Umum_Evaluasi_Usaha.pdf

2. http://wahyuaskari.wordpress.com/umum/evaluasi-usaha-tani/

3. http://galeriukm.web.id/artikel-usaha/evaluasi-kemajuan-usaha

4. elearning.gunadarma.ac.id/.../kewirausahaan/bab4-evaluasi_peluang_usaha_ baru.pdf

5. http://www.ittelkom.ac.id/library/

6. http://www.pengusahamuslim.com/baca/artikel/102/memahami-9-aspek-penting-sebelum-memulai-usaha

7. http://www.koran-jakarta.com/berita-detail.php?id=41143

Tidak ada komentar:

Posting Komentar